unique visitors counter
⌂ Beranda News Putin Ancang Balas Penyitaan Kapal Dagang Rusia oleh Barat

Putin Ancang Balas Penyitaan Kapal Dagang Rusia oleh Barat

Putin Ancang Balas Penyitaan Kapal Dagang Rusia oleh Barat
Putin Ancang Balas Penyitaan Kapal Dagang Rusia oleh Barat
A A Ukuran Teks16px

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (12/8) mengancam akan membalas penyitaan kapal dagang Rusia oleh negara-negara Barat, menyebut tindakan tersebut sebagai pembajakan.

Dalam kunjungan ke kapal perang Rusia yang ikut latihan angkatan laut di Pasifik, Putin menegaskan bahwa penahanan kapal terkait Rusia oleh Barat melanggar hukum maritim internasional.

>>> Inflasi AS Naik Tipis pada Juli, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Melemah

"Itu tidak lain adalah pembajakan dan perampokan," kata Putin. "Jika ini dilakukan, kami akan dipaksa untuk merespons dengan cara yang sama."

Ia menambahkan bahwa respons Rusia tidak harus terjadi di perairan tempat kapal-kapal itu disita, dan Moskow dapat membalas di area mana pun yang dianggap perlu, termasuk di Pasifik.

Kesiapan Angkatan Laut Rusia

Kepala Armada Pasifik, Laksamana Viktor Liina, melaporkan kepada Putin bahwa angkatan laut siap memulai inspeksi terhadap kapal dagang yang melayani negara-negara yang dianggap tidak bersahabat.

Liina mencatat banyak kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Inggris, Prancis, dan Eropa lainnya mengibarkan bendera negara lain, sehingga menjadikannya sebagai "armada bayangan".

"Kami memiliki cukup aset untuk inspeksi dan penahanan kapal-kapal negara yang tidak bersahabat dan armada bayangan mereka," ujar Liina.

"Kami siap untuk mulai melaksanakan tugas tersebut."

>>> Mantan Perdana Menteri China Zhu Rongji, Arsitek Pertumbuhan Ekonomi, Wafat di Usia 97

Rusia diyakini menggunakan ratusan kapal untuk menghindari sanksi internasional yang dijatuhkan setelah Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

Prancis dan Inggris telah menahan kapal tanker yang diduga menjadi bagian dari "armada bayangan" Rusia yang mengangkut minyak, melanggar sanksi internasional.

Uni Eropa juga telah menjatuhkan sanksi terhadap ratusan kapal "armada bayangan".

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot