Iran mengancam negara-negara tetangga jika mereka memilih menegakkan sanksi penerbangan baru Amerika Serikat. Peringatan itu muncul setelah sejumlah maskapai Iran membatalkan sejumlah penerbangan internasional.
Ancaman disampaikan setelah AS mengancam bandara dan penyedia layanan penerbangan dengan sanksi sekunder jika tetap berbisnis dengan maskapai Iran.
"Menyelaraskan diri dengan Amerika Serikat dalam menerapkan kebijakan bermusuhan akan tetap terukir dalam ingatan rakyat Iran," tulis Mohammad Mokhber, penasihat pemimpin tertinggi Iran, di X pada Jumat.
"Ruang udara itu entah terbuka untuk semua atau tidak untuk siapa pun," lanjutnya.
"Jika Iran ditolak haknya untuk terbang dan mengakses layanan bandara, tidak ada negara di kawasan ini yang akan mendapatkannya juga."
Maskapai Iran Batalkan Penerbangan Internasional
Pekan ini sejumlah negara berhenti berbisnis dengan maskapai Iran dan menolak mengizinkan mereka menggunakan ruang udara mereka.
Hanya segelintir maskapai Iran yang masih terbang dari Bandara Internasional Imam Khomeini Tehran ke tujuan seperti Rusia, China, dan Turki.
Istanbul khususnya menjadi hub penting bagi pelancong yang menuju antara Iran dan Eropa atau Amerika Serikat.
Penumpang di sana baru-baru ini melaporkan ketidakpastian dan kekacauan di konter maskapai Iran.
Mahan Air, maskapai swasta terbesar dan termodern Iran, sudah terpaksa menangguhkan layanannya ke Turki.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada Senin bahwa Washington berupaya mencegah negara-negara bekerja sama dengan maskapai Iran.
Ia mengancam negara-negara dengan pengucilan dari sistem dolar AS jika mereka memasok bahan bakar atau layanan darat kepada maskapai Iran, atau menjual tiket atas nama mereka.