unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Gurun Atacama Berbunga Usai Hujan Ekstrem, 15.000 Hektare Diprediksi Mekar
News

Gurun Atacama Berbunga Usai Hujan Ekstrem, 15.000 Hektare Diprediksi Mekar

Hamparan bunga ungu dan putih menutupi Gurun Atacama di Cile usai hujan ekstrem
Gurun Atacama Berbunga Usai Hujan Ekstrem, 15.000 Hektare Diprediksi Mekar
A A Ukuran Teks16px

Gurun Atacama di wilayah utara Cile berubah menjadi hamparan bunga berwarna ungu dan putih.

Fenomena gurun berbunga ini muncul setelah hujan lebat yang dipicu El Nino mengguyur salah satu tempat terkering di Bumi tersebut.

Hujan ekstrem membangunkan jutaan benih dan umbi yang lama tertidur di bawah permukaan tanah. Peristiwa langka ini mengubah lanskap gurun dan menarik perhatian banyak pengunjung.

Di bawah tanah Atacama, benih serta umbi dari sekitar 200 spesies tanaman menunggu kondisi tepat untuk berkecambah dan mekar.

Curah hujan musim ini tercatat sangat tinggi, bahkan di beberapa daerah melebihi 180 milimeter.

Air meresap lebih dalam ke pasir sehingga memicu tumbuhnya vegetasi di cagar alam yang berjarak 800 kilometer sebelah utara Santiago.

Manajer Keanekaragaman Hayati Atacama di Conaf, Cesar Pizarro, menyebut jumlah hujan kali ini belum pernah tercatat sebelumnya.

Puncak Mekar Diprediksi Oktober

Conaf memperkirakan pemandangan ini mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Pihaknya juga memproyeksikan hamparan bunga bakal menutupi sekitar 15.000 hektare lahan.

Mekarnya bunga terjadi setelah periode curah hujan tinggi akibat El Nino. Siklus El Nino kali ini diprediksi menjadi yang paling kuat sejak pencatatan dimulai empat dekade lalu.

Suhu permukaan laut yang menghangat di wilayah ekuator Pasifik tengah dan timur mengganggu pola angin serta curah hujan global.

Selain memicu fenomena indah, hujan ekstrem pada Juli lalu di Cile juga merusak sekitar 4.000 rumah dan menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru