Warga desa Abdin di Provinsi Daraa, Suriah selatan, masih trauma setelah tentara Israel masuk ke desa mereka pada Minggu (29/6).
Mereka memblokir jalan dengan batu dan melempari patroli militer Israel.
>>> LPSE Pendidikan 2026: Panduan Daftar dan Ikut Tender Pengadaan
Tentara Israel membalas dengan tembakan peringatan ke dinding dan di antara warga yang marah, lalu menembakkan artileri ke desa.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun sebagian besar warga melarikan diri dan masih terlalu takut untuk kembali pada Senin (30/6).
Ketegangan di Zona Penyangga
Abdin terletak di dekat zona penyangga yang dijaga PBB, namun kini dikuasai tentara Israel. Israel merebut zona itu pada Desember 2024 setelah jatuhnya Presiden Bashar Assad.
Awalnya Israel menyebut pendudukan itu sementara, namun pejabat tinggi Israel kini mengatakan akan menduduki zona penyangga tersebut tanpa batas waktu.
Seorang warga, Mohammad al-Hassan, mengatakan tentara Israel datang secara rutin setiap beberapa hari. Mereka masuk dengan kendaraan lapis baja, berkeliling desa, dan menggeledah rumah.
“Jika orang tidak membukakan pintu, mereka mendobraknya. Wanita dan anak-anak mulai berteriak, itu sangat menakutkan,” ujarnya.
Pemerintah Suriah Kecam
Presiden sementara Suriah, Ahmad al-Sharaa, menyerukan Israel mundur dari area seluas 235 kilometer persegi yang diakui PBB. Pemerintah Suriah juga mengecam insiden di Abdin.
Insiden di Abdin adalah kekerasan kedua dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebelumnya, militer Israel mengumumkan telah membunuh dua militan yang diduga hendak menyerang tentara Israel.
>>> Cara Login SimPKB 2026 Terbaru, Begini Langkah Mudahnya untuk Guru
Seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan militan bersenjata melepaskan tembakan ke pos militer Israel, namun tidak ada yang terluka.