Ukraina dan Rusia pada Kamis saling berjanji melancarkan serangan baru setelah Moskow melancarkan rentetan rudal besar-besaran ke Kyiv yang menewaskan sedikitnya 27 orang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukannya pasti akan membalas serangan malam itu saat ia meninjau blok apartemen yang hancur sebagian.
>>> TotalEnergies Tawarkan Jutaan Barel Minyak Irak ke Asia
Kremlin berjanji akan meningkatkan tekanan pada Kyiv, tetap pada retorika tanpa kompromi.
Serangan Terbesar di Kyiv
Wali Kota Vitali Klitschko menyebutnya sebagai serangan musuh paling masif di ibu kota.
Kepala administrasi militer Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan 27 orang tewas dan 91 luka-luka.
Angkatan udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan 496 drone dan 74 rudal, termasuk proyektil balistik yang sulit dicegat.
Ukraina mengaku menembak jatuh 48 rudal dan 476 drone.
Ledakan mulai terdengar sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari saat rudal dan drone Rusia menghujani kawasan pemukiman di pusat kota.
Warga berlarian ke stasiun metro untuk berlindung.
Sekitar 52.000 orang, termasuk 4.500 anak-anak, memadati stasiun bawah tanah — jumlah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Korban dan Kerusakan
Palang Merah Ukraina mengatakan gudang utamanya hancur dan bantuan kemanusiaan senilai sekitar 2 juta dolar AS hilang.
Puing-puing juga merusak gedung yang menampung sejumlah diplomat, kata juru bicara Uni Eropa Anitta Hipper, seraya menambahkan bahwa para diplomat EU selamat.
Di Kryvyi Rig, dua orang terluka ketika rudal menghantam kawasan padat penduduk, kata kepala administrasi militer kota itu Jumat dini hari.
Seorang pekerja pabrik berusia 32 tahun, Sabina Mambetova, berdiri di luar reruntuhan rumahnya di distrik Darnytskyi timur. "Setengah bangunan hancur.