Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji negaranya pada peringatan 250 tahun kemerdekaan, Sabtu (4/7), sebagai "pencapaian tertinggi" sejarah manusia.
Namun, ia juga menggunakan kesempatan itu untuk kembali menyerang lawan politik dalam negeri yang disebutnya sebagai komunis.
>>> Kunjungan PM Singapura, Polda Metro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas
Pidato yang sempat tertunda beberapa jam akibat badai petir di Washington itu disampaikan di hadapan puluhan ribu orang di National Mall.
Trump mengklaim bahwa di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat "lebih bangga dari sebelumnya".
Pidato Patriotik dengan Serangan Politik
Meski sempat dijanjikan sebagai rapat politik besar, Trump sebagian besar mengikuti naskah patriotik tradisional.
"Selama dua setengah abad, republik Amerika kami berdiri sebagai pencapaian tertinggi sejarah manusia," kata Trump.
Ia juga memberi penghormatan kepada para veteran Perang Dunia II, Perang Korea, dan Perang Vietnam.
Namun, ia kemudian menyebut dua perang terakhir sebagai contoh pertempuran melawan "komunis" — mengulangi pesan dari pidatonya malam sebelumnya di Mount Rushmore.
"Prajurit kami tidak melawan komunisme di medan perang di seluruh dunia, hanya untuk melihat ancaman itu muncul kembali di sini di Amerika.
Kami tidak akan membiarkannya terjadi," ujarnya.
Serangan ke Lawan Politik
Trump terus menggaungkan tema ini menjelang pemilu paruh waktu November, setelah sayap kiri anti-kemapanan Partai Demokrat memenangkan sejumlah kemenangan primer.
"Ini seperti kanker, Anda harus memotongnya," tambahnya.
>>> BNI Dukung Ekonomi Kreatif dan Pembayaran Digital Lewat Jakarta Kreatif Festival 2026
Pemimpin AS itu juga membanggakan kampanye militer terbaru melawan Iran dan Venezuela, dengan mengatakan Washington telah "menghancurkan" militer Teheran.
Pidato itu tergolong pendek menurut standar Trump, hanya sekitar 45 menit.
