Seorang pengunjung dari Virginia, Richard Sullivan (70), mengatakan, "Kami mencintai Trump, kami menyukai pidatonya. Dia membuat kami bangga menjadi orang Amerika."
Pertunjukan kembang api besar-besaran dimulai setelah pidato. Trump mengatakan itu akan menjadi yang terbesar di dunia.
Warga Amerika menghadapi gelombang panas di kota-kota di seluruh wilayah timur untuk merayakan hari bersejarah itu.
Suhu di ibu kota mencapai rekor 103°F (39,4°C) — tertinggi sepanjang masa untuk 4 Juli.
Cuaca buruk juga memaksa kembang api di New York dimajukan, dan menyebabkan evakuasi di konser di Philadelphia serta perayaan di Sungai Charles di Boston.
Keteguhan Trump untuk menempatkan diri dan merek politiknya di pusat perayaan HUT ke-250 menyoroti perpecahan mendalam akibat masa jabatan keduanya.
Perpecahan itu terlihat jelas di dekat Capitol Hill, di mana pria bertopeng — beberapa membawa bendera Konfederasi dan lainnya memakai logo kelompok supremasi kulit putih Patriot Front — berkumpul sambil berteriak, "Reclaim America!"
>>> Investor Berlindung ke Bursa Saham India di Tengah Badai AI
Jajak pendapat Quinnipiac University menunjukkan 61 persen warga Amerika menganggap AS tidak memenuhi cita-cita yang dinyatakan dalam Deklarasi Kemerdekaan.
