Mantan pengacara pribadi Presiden Donald Trump, Todd Blanche, resmi dilantik sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat pada Senin (11/8).
Pelantikan ini terjadi setelah proses konfirmasi yang alot di Senat.
>>> Sopir Ekspedisi Protes Palang Parkir Berbayar di Kawasan Industri Serang
Blanche dilantik di Gedung Putih oleh Emil Bove, mantan pengacara Trump yang kini menjabat hakim pengadilan federal.
Sebelumnya, Senat menyetujui pencalonannya dengan suara tipis 50-49 pada Sabtu dini hari.
Blanche sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung sejak April, setelah Pam Bondi dipecat. Kini, ia resmi memimpin Departemen Kehakiman di tengah berbagai tantangan.
Tantangan di Depan
Blanche menghadapi tekanan dari Presiden Trump yang ingin menggunakan aparat penegak hukum untuk menyerang lawan politiknya.
Namun, ia juga harus berhadapan dengan lembaga yang kehilangan banyak staf akibat pengunduran diri dan pemecatan.
Selama menjabat sebagai wakil jaksa agung dan pelaksana tugas, Blanche mengawasi penyelidikan terhadap sejumlah tokoh yang berseberangan dengan Trump, termasuk mantan Direktur FBI James Comey yang didakwa pada April.
>>> Profil Mazaki Ahmad: Nama Asli, Karier, hingga Fakta Biodata
Blanche membela pemerintahan Trump dari tuduhan mempolitisasi Departemen Kehakiman.
Ia mengaku tidak merasa tertekan untuk menyenangkan Trump dan menyebut minat presiden terhadap departemennya sebagai hak dan kewajiban.
Blanche mulai dekat dengan Trump ketika meninggalkan firma hukumnya pada 2023 untuk membela Trump dalam sejumlah kasus pidana, termasuk yang diajukan oleh Departemen Kehakiman era Biden.
Pengalaman itu memberinya pandangan langsung tentang apa yang ia sebut sebagai senjata sistem peradilan terhadap Trump.
Para pendukung Blanche menilai hubungan dekatnya dengan Trump dapat membuatnya lebih berhasil daripada Bondi dalam menahan permintaan presiden.
Namun, pencalonannya nyaris gagal karena kekhawatiran bipartisan tentang penyelesaian gugatan Trump terhadap Internal Revenue Service.
>>> Harga Minyak Naik 5% karena Iran dan AS Saling Tuntut Kompensasi
Pencalonan Blanche akhirnya berjalan setelah ia menegaskan secara tertulis bahwa pemerintah membatalkan rencana untuk membuat dana kompensasi senilai $1,8 miliar bagi sekutu Trump yang merasa diperlakukan tidak adil oleh departemen.
