Ekonom menilai Vietnam telah melangkah lebih maju dibandingkan Indonesia dalam pengelolaan pusat finansial internasional. Negeri itu sudah memiliki pusat keuangan global pada awal 2026.
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty mengungkapkan bahwa sejak 2025 Vietnam gencar mengkaji dan mempersiapkan pusat keuangan global.
>>> Tak Mudah Digantikan AI! Ini 7 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Terbaik 2026
Mereka bahkan menyewa konsultan andal untuk menerbitkan White Paper proyek tersebut.
"Yang paling agresif itu Vietnam. Ternyata Vietnam sudah lebih dulu, mereka sudah one step ahead dibandingkan kita.
Persiapan 2025.
>>> iOS 27 Public Beta Segera Rilis, Begini Cara Update dan Daftar iPhone yang Mendukung
Enggak apa-apa tapi kita harus mengejar juga, jadi artinya ini yang real pesaing kita peers kita ini Vietnam," kata Telisa dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/7/2026).
Telisa menjelaskan Vietnam menyewa konsultan asing untuk mengembangkan pusat keuangan internasional di dua lokasi, yaitu Ho Chi Minh dan Da Nang.
Hal ini berbeda dengan Indonesia yang memprioritaskan Bali sebagai lokasi unggulan Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII).
>>> Said Iqbal Kesulitan Temui Menkeu Purbaya Bahas Penghapusan Pajak JHT
Menurut Telisa, alasan Vietnam mengembangkan pusat keuangan global karena negara tersebut menjadi salah satu tujuan favorit investor asing atau Foreign Direct Investment (FDI) di kawasan Asia.
