Para penggemar Brasil dan Meksiko harus menerima kenyataan pahit setelah tim kesayangan mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026 pada Minggu (5/7).
Kekalahan ini tidak hanya mengecewakan pendukung, tetapi juga berpotensi mengancam penjualan dua perusahaan bir terbesar dunia, Anheuser-Busch InBev SA dan Heineken NV.
>>> Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia Leg 2 Hari Ini
Analis Peringatkan Dampak ke Penjualan Bir
Analis Morgan Stanley yang dipimpin Sarah Simon menyebutkan risiko penjualan kuartal ketiga di Amerika Latin akan lebih rendah dari perkiraan.
Hal ini terjadi setelah A Seleção dan El Tri gagal melaju jauh di turnamen, memupus harapan lonjakan konsumsi bir yang biasanya terjadi jika tim mampu mencapai final pada 19 Juli.
>>> Vivo Y500 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 8.100mAh Jadi Andalan
"Kami meyakini bahwa sebagian besar peningkatan volume penjualan bir terjadi ketika sebuah tim mampu melaju jauh di turnamen," tulis para analis dalam catatan kepada klien.
Morgan Stanley menilai AB InBev, produsen Corona dan Skol, sebagai perusahaan yang paling terdampak karena besarnya penjualan di Meksiko dan Brasil.
>>> Fraksi Golkar Minta Penjelasan Pemerintah soal Pengelolaan SAL di APBN 2025
Sementara itu, Heineken juga memiliki eksposur yang cukup signifikan di kedua pasar tersebut.
