unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK CEO Samsung: AI Masa Depan Harus Pahami Manusia, Bukan Sekadar Cerdas

CEO Samsung: AI Masa Depan Harus Pahami Manusia, Bukan Sekadar Cerdas

CEO Samsung: AI Masa Depan Harus Pahami Manusia, Bukan Sekadar Cerdas
Ilustrasi: CEO Samsung: AI Masa Depan Harus Pahami Manusia, Bukan Sekadar Cerdas
A A Ukuran Teks16px

Samsung Electronics CEO dan President TM Roh baru-baru ini membagikan pandangannya tentang masa depan kecerdasan buatan (AI) melalui sebuah editorial berjudul "AI Doesn't Need To Outthink You.

It Needs To Understand You."

>>> Rollme AirCam: Earbuds Terbuka dengan Kamera 8MP

Tulisan tersebut muncul menjelang acara Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 22 Juli di London.

Samsung telah mengonfirmasi acara tersebut dan mengisyaratkan kehadiran faktor bentuk lipat baru, yaitu Galaxy Z Fold8 yang lebih lebar.

Namun, Roh menekankan bahwa acara tersebut tidak hanya berfokus pada perangkat lipat. Ia ingin menyoroti strategi perusahaan dalam mengembangkan AI yang lebih personal dan terintegrasi.

in2

AI sebagai Bagian dari Ekosistem

Menurut Roh, AI yang cerdas saja tidak cukup. AI perlu menjadi bagian dari ekosistem perangkat seperti jaringan SmartThings yang telah dibangun Samsung.

Ia memberikan contoh: "tidur yang dilacak oleh jam tangan Anda membentuk jadwal besok." Ini menunjukkan bagaimana data dari satu perangkat dapat memengaruhi pengalaman di perangkat lain.

Roh juga menyebut bahwa AI kini memasuki era agentik, di mana AI dapat mengambil tindakan atas nama pengguna.

Namun, pengguna tetap harus membuat keputusan akhir.

"Orang perlu tahu apa yang AI lakukan untuk mereka dan tetap memegang kendali," tulis Roh.

>>> TCL Luncurkan Monitor Gaming 27C2A dengan Layar QD-Mini LED dan Mode Dual 4K 160Hz/1080p 320Hz

Keamanan Data dan Peran Perangkat

Roh menekankan tanggung jawab Samsung dalam melindungi data pengguna. Platform Knox tidak hanya mengamankan data di perangkat, tetapi juga data yang berpindah antar perangkat.

Meski demikian, data yang paling pribadi akan tetap berada di perangkat pengguna.

Ponsel disebut sebagai inti interaksi AI di masa depan karena merupakan perangkat yang paling dekat dengan kita.

Roh bahkan menyinggung perangkat lipat yang memberikan "panggung lebih besar" untuk bekerja.

Namun, bukan hanya ponsel. Jam tangan pintar dapat mengakses metrik kesehatan utama sepanjang hari.

Perangkat rumah pintar seperti TV dan kulkas juga dapat memberikan wawasan berharga tentang kehidupan sehari-hari.

Faktor bentuk baru seperti kacamata pintar juga sedang dalam pengembangan dan akan membuka cara baru berinteraksi dengan AI.

>>> Samsung Buka Reservasi Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8

"Pertanyaan yang membuka era berikutnya bukanlah siapa yang memiliki AI paling cerdas, tetapi siapa yang paling memahami manusia, dan mengubah pemahaman itu menjadi pengalaman yang dapat mereka percaya," tulis Roh.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot