Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa biodiesel B50 lebih aman bagi mesin kendaraan dibandingkan B40.
Pernyataan itu disampaikan dalam peluncuran B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).
Menurut Bahlil, Kementerian ESDM telah menguji B50 pada berbagai jenis kendaraan. Hasilnya, campuran 50% biodiesel dengan solar fosil ini tidak mempercepat pergantian filter.
"Hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik dari B40. Kalau B40 filternya diganti pada jarak tempuh 10.000—20.000 km.
Untuk B50 ada yang 40.000 km belum diganti filternya," jelas Bahlil.
Uji coba B50 telah berlangsung selama enam bulan di berbagai sektor, termasuk perkeretaapian, mobil penumpang, bus, dan kapal.
Pengujian juga mencakup berbagai merek kendaraan dari Asia dan Eropa.
Sebelumnya, Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia menilai penggunaan B50 pada kendaraan roda empat dan mesin alat berat tua berisiko menurunkan performa.