Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima penugasan tambahan sebagai Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi dari Presiden Prabowo Subianto.
Penugasan itu diberikan untuk mempercepat pelaksanaan program hilirisasi yang menjadi agenda pemerintah.
Bahlil menyampaikan hal tersebut seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), dilansir dari Money.
Dengan penugasan tersebut, Bahlil kini memegang dua posisi sekaligus, yakni Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Kantor Tetap di Kementerian ESDM
Bahlil menyatakan bahwa penggabungan jabatan ini merupakan hal baru yang pertama kali dilakukan.
"Ini pertama kali ditugaskan Menteri ESDM merangkap Menko," ujar Bahlil.
Meski menerima tugas tambahan sebagai Menko, Bahlil memastikan aktivitas kantornya tetap berpusat di Kementerian ESDM.
Menurutnya, lingkup tugas Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sangat terkait dengan tugas kementeriannya.
"Kantornya tetap di ESDM karena lingkupnya tak jauh berbeda, justru malah harus dipercepat hilirisasinya," kata Bahlil.
Dia menegaskan akan menjalankan tugas sesuai kewenangan yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden.
"Saya hanya menjawab sesuai kewenangan, tidak mau menjawab melampaui kewenangan, saya tunduk sesuai keppres," ujar Bahlil.
Bahlil menuturkan bahwa penugasan rangkap ini merupakan hal baru yang pertama kali terjadi di lingkungan kabinet.
Ia menyebut penunjukan tersebut sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan secara cepat.
Menurut Bahlil, percepatan hilirisasi menjadi kunci agar program pemerintah berjalan sesuai target. Karena itu, ia menegaskan akan fokus pada pelaksanaan tugas sesuai kewenangan yang diberikan melalui Keputusan Presiden.
Dengan posisi ganda ini, koordinasi antara Kementerian ESDM dan agenda hilirisasi diharapkan semakin erat. Bahlil memastikan seluruh aktivitas tetap berjalan dari kantor Kementerian ESDM.
