Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Abadi Masela wajib menyerap sedikitnya 20% hingga 30% tenaga kerja dan pengusaha lokal dari wilayah terdampak.
"Untuk tenaga kerja lokal, minimal 20% sampai 30%. Yang penting mereka profesional.
>>> Jalan Bama–Pagelaran di Pandeglang Kembali Rusak Usai Dibangun Program Bang Andra
Ini barang bukan pergi campur-campur, ini untuk tenaga kerja," ujar Bahlil usai menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Blok Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Bahlil menambahkan bahwa proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja selama masa konstruksi.
>>> Sertifikasi Lahan Gratis untuk MBR: Jaminan Kepastian Hukum Rumah
Sementara itu, pada tahap operasional, proyek ini diproyeksikan membutuhkan sekitar 800-1.000 pekerja.
"Di mana kami telah bersepakat dengan Pak [Takayuki] Ueda [CEO INPEX] bahwa kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah tier 1 dulu," ujarnya.
>>> IHSG Menguat 1,1% ke 6.108, Inflasi AS dan Sikap The Fed Jadi Katalis
Untuk mendukung kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal, Bahlil juga telah menyiapkan berbagai program pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan kompetensi masyarakat setempat agar dapat memenuhi kebutuhan industri migas.
