Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti masih adanya kesenjangan signifikan antara kebutuhan lapangan kerja dan kapasitas penyerapan tenaga kerja setiap tahun di Indonesia.
Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani menilai Program Magang Nasional dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja.
>>> Telkom Perkuat Ekosistem Talenta Digital Lewat Kolaborasi Tel-U dan NUS
Namun, ia menekankan bahwa program tersebut bukanlah solusi tunggal.
"Upaya peningkatan kualitas SDM harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi, ekspansi industri, pengembangan sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, kemudahan berusaha, serta kepastian regulasi yang mampu meningkatkan kepercayaan investor," jelas Shinta kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan lapangan kerja di Indonesia setiap tahun diperkirakan mencapai 9,5 juta hingga 12 juta orang.
Angka tersebut berasal dari kombinasi angkatan kerja baru dan pengangguran eksisting.
>>> Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Percepat Program Perumahan
Namun, tenaga kerja yang mampu terserap setiap tahun baru berkisar 2,4 juta hingga 4,8 juta orang.
Apindo juga menyoroti menurunnya employment elasticity of investment, yaitu kemampuan investasi dalam menciptakan lapangan kerja.
Shinta mencontohkan, pada 2013 setiap realisasi investasi sebesar Rp1 triliun mampu menyerap lebih dari 4.500 tenaga kerja.
>>> Korupsi Batu Bara PLTU Diduga Picu Pemadaman, Negara Rugi Rp5 T
Kondisi ini menunjukkan perlunya mendorong investasi yang lebih berkualitas agar dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

