Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkap penyebab negosiasi harga ekspor listrik hijau dari Indonesia ke Singapura masih alot.
Hingga saat ini, kedua negara belum mencapai kesepakatan harga yang saling menguntungkan atau win-win solution.
Direktur Indef Imaduddin Abdullah menjelaskan ketidakseimbangan ini bukan karena harga yang ditawarkan Singapura terlalu rendah.
"Belum win-win kemungkinan besar bukan berarti harga Singapura terlalu rendah secara absolut, tetapi harga yang dibahas belum cukup menangkap seluruh nilai strategis yang dilepas Indonesia," ujar Imaduddin saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).
Imaduddin menekankan Indonesia tidak sekadar menjual komoditas energi yang dihitung berdasarkan satuan kilowatt hour (kWh).