unique visitors counter
⌂ Beranda News Polemik HPM Nikel: Bijih Dijual Murah, Royalti Tetap Tinggi

Polemik HPM Nikel: Bijih Dijual Murah, Royalti Tetap Tinggi

Polemik HPM Nikel: Bijih Dijual Murah, Royalti Tetap Tinggi
Ilustrasi: Polemik HPM Nikel: Bijih Dijual Murah, Royalti Tetap Tinggi
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Indef Green Transition Initiative (GTI) mengungkapkan adanya penambang nikel yang terpaksa menjual bijih ke smelter di bawah harga patokan mineral (HPM).

Pasalnya, perusahaan pengolahan dan pemurnian tidak bersedia membeli bijih sesuai harga acuan yang berlaku.

>>> Jampidsus Febrie Mundur, Kejagung Pastikan Kinerja Pidsus Tetap Berjalan

alt mid

Meski demikian, para penambang tersebut tetap harus membayarkan royalti berdasarkan HPM nikel, sebagaimana diatur dalam ketentuan.

Head of Center of Industry, Trade, and Investment Indef GTI Andry Satrio Nugroho mencatat kondisi ini terjadi sejak HPM nikel direvisi.

>>> Lirik Lagu Gapapa Anisa Bahar Diubah Vulgar oleh Icha Cellow, Tuai Kecaman

alt mid

Menurutnya, situasi tersebut sangat menekan pendapatan penambang level menengah hingga kecil.

"Ketika HPM ditetapkan jauh di atas harga pasar, penambang jadi bingung.

>>> Apple Gugat OpenAI atas Pencurian Rahasia Dagang

Tidak ada yang mau membeli bijih, tetapi royalti tetap dihitung dari harga tertinggi yang tidak pernah mereka terima," kata Andry saat dihubungi, Sabtu (11/7/2026).

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru
stikibot