Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan bahwa Iran harus menanggung konsekuensi dari keputusan yang dinilainya keliru.
Pernyataan itu disampaikan melalui akun resminya di platform X pada Sabtu (11/5/2026).
>>> AS Luncurkan Gelombang Serangan Ketiga ke Iran
"Iran telah membuat keputusan yang buruk. Sekarang mereka harus menanggung akibatnya," tulis Hegseth.
Ia mengunggah ulang pengumuman Komando Sentral AS (CENTCOM) mengenai operasi militer terbaru.
Serangan Udara Gelombang Ketiga
CENTCOM mengumumkan gelombang serangan ketiga terhadap target-target di Iran pada hari yang sama.
Serangan ini merupakan buntut dari tuduhan bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal motor komersial M/V GFS Galaxy berbendera Siprus.
>>> Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.333 Jiwa
Insiden tersebut menyebabkan seorang kru sipil dilaporkan hilang. Kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran akibat kebakaran dan kerusakan parah pada ruang mesin.
Militer AS menegaskan bahwa operasi pengeboman ini diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump.
Tujuannya untuk memperlemah kemampuan Iran dalam menargetkan pelaut sipil dan jalur pelayaran komersial di kawasan perairan strategis.
>>> Iran Tutup Selat Hormuz hingga Batas Waktu Tak Ditentukan
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Perselisihan antara Washington dan Teheran terkait kebebasan navigasi di jalur pelayaran global yang krusial terus berlanjut.
