Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu (13/7/2026) mengecam serangan militer Amerika Serikat yang dilancarkan dalam 24 jam terakhir.
Teheran menyebut Washington telah melanggar hukum internasional.
>>> 6 Contoh Tepuk MPLS Ramah 2026 untuk PAUD dan SD, Seru dan Ceria!
Pernyataan itu dirilis sesaat sebelum Komando Sentral AS (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan udara terbaru ke Iran.
Iran juga memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak ikut membantu tindakan militer yang ditujukan terhadap mereka.
Tuduhan Pelanggaran Perjanjian
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa AS telah melanggar hampir seluruh poin dalam perjanjian pengakhiran perang yang baru ditandatangani 25 hari lalu.
>>> Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, 22 Luka Kritis
Serangan AS disebut menargetkan infrastruktur transportasi, kapal nelayan, tongkang kargo, serta fasilitas dan gedung meteorologi Iran. Tindakan itu dinilai sebagai kejahatan perang.
Peringatan ke Negara Tetangga
Kementerian tersebut menuduh militer AS memanfaatkan wilayah dan fasilitas negara-negara di pesisir selatan Teluk Persia untuk melancarkan serangan.
Teheran memperingatkan bahwa titik mana pun yang menjadi sumber serangan akan dianggap sebagai target sah untuk dibalas.
>>> Gelombang Panas Juni Sebabkan Lebih dari 10.000 Kematian Berlebih di Eropa
Iran menyebut respons tersebut sebagai "serangan defensif" oleh angkatan bersenjatanya. Mereka juga mendesak PBB dan Dewan Keamanan untuk menuntut pertanggungjawaban pihak agresor dan mereka yang membantu serangan.
