PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) akan menyerap seluruh produksi emas dari fasilitas pemurnian logam mulia (precious metal refinery/PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur.
Komitmen penyerapan tersebut mencapai 50 ton emas per tahun, demikian disampaikan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (14/7/2026).
>>> Top Up Diamond Free Fire Tanpa Ribet, Ini Pilihan Situs Resmi dan Terpercaya
Tony menjelaskan, lumpur anoda yang mengandung emas, perak, dan logam lainnya setelah dimurnikan di PMR akan menghasilkan produksi emas sebesar 50 ton per tahun.
Seluruhnya akan di-off-take oleh Antam.
Produksi Logam Lainnya
Selain emas, smelter PTFI juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi katoda tembaga nasional. Fasilitas ini mampu mengolah konsentrat untuk menghasilkan sekitar 600.000 ton katoda tembaga per tahun.
>>> Empat Tim Terbaik Siap Bertarung, Ini Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026
Tony juga melaporkan potensi volume produksi tahunan untuk berbagai logam berharga dan produk sampingan. Produksi lumpur anoda diperkirakan mencapai 6.000 ton per tahun.
Untuk perak, kapasitas produksi mencapai 200 ton per tahun. Sementara itu, palladium diperkirakan 375 kilogram per tahun dan platina 30 kilogram per tahun.
>>> Profil Callysta COC 3: Mahasiswi UNDIP Juara 1 Pilmapres Nasional
Produksi selenium ditargetkan 285 ton per tahun, bismuth 220 ton per tahun, dan timbal 2.200 ton per tahun.

