Ketegangan antara Washington dan Teheran yang meningkat serta hampir terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz memicu lonjakan pembelian minyak AS oleh negara-negara Asia.
Setidaknya 11 juta barel minyak mentah AS terjual ke Asia pada Selasa malam, dan para pedagang memperkirakan akan ada lebih banyak transaksi menyusul.
>>> Profil Kuntadi, Kandidat Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah
Pembeli termasuk kilang di Korea Selatan, Jepang, dan Thailand. Sebagian minyak kemungkinan akan dimuat paling cepat bulan ini.
>>> Bapanas Salurkan Bantuan Beras Tahap II Mulai Agustus 2026
Lonjakan minat ini terjadi setelah jeda akibat gelombang pasokan tertunda dari Timur Tengah yang membanjiri pasar spot. Aliran tersebut kini terancam karena gencatan senjata AS-Iran hampir berakhir.
>>> BEI Tetapkan 51 Saham HSC, BYAN hingga DCII Masuk Daftar
