Permintaan kuat untuk sistem kecerdasan buatan (AI) mendorong kenaikan proyeksi penjualan dan laba kuartal kedua di ASML, perusahaan teknologi asal Belanda yang memproduksi mesin pembuat chip.
ASML merupakan komponen penting dalam ekonomi global dan indikator utama sektor teknologi, karena berbagai perangkat mulai dari ponsel pintar hingga rudal bergantung pada semikonduktor yang dibuat dengan alat-alatnya.
>>> Interpol China Serahkan Buron Penipuan Asal Indonesia Kariatun Tan
Investor mencermati hasil ini dengan saksama setelah beberapa aksi jual tajam di sektor teknologi akibat kekhawatiran gelembung AI mendekati titik pecah.
Namun, CEO Christophe Fouquet mengatakan AI masih mendorong bisnisnya maju.
"Investasi terkait AI yang berkelanjutan dan kemajuan teknologi AI mendorong permintaan untuk chip memori dan logika canggih, semakin memperkuat prospek pertumbuhan industri semikonduktor," ujar Fouquet dalam pernyataan.
Ia menambahkan bahwa penerimaan pesanan tetap sangat kuat pada paruh pertama tahun ini.
Perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Eropa ini kini memperkirakan total penjualan bersih tahun ini mencapai 43 hingga 45 miliar euro (sekitar 49-51 miliar dolar AS).
Angka ini meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 36-40 miliar euro.
Kenaikan ini disebabkan oleh "permintaan yang sangat kuat dan berkelanjutan dari pelanggan kami," kata Fouquet.
Laba bersih kuartal kedua juga lebih baik dari perkiraan, mencapai 2,9 miliar euro dibandingkan 2,3 miliar euro pada periode yang sama tahun lalu.
CFO Roger Dassen menyebut kuartal ini sangat kuat, baik dari sisi dinamika pasar maupun eksekusi.
Pelaku pasar saham merespons positif, mendorong harga saham ASML naik hampir delapan persen pada pembukaan perdagangan di Amsterdam.
>>> Ramalan Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 dari Bank Dunia, IMF, dan OECD
