Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis retorika provokatif yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanya mencerminkan kepribadian Trump, bukan potret bangsa Iran.
Sepanjang pekan lalu, Trump berulang kali mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina dan bernada ancaman terhadap Iran.
>>> Penghuni Kos di Mampang Ditemukan Tewas, Sempat Keluhkan Sakit
Rabu lalu, ia menyatakan Nota Kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS telah berakhir.
Trump melabeli para pemimpin Iran dengan sebutan "sampah", "pembohong", dan "orang-orang sakit". Ia juga menegaskan tidak lagi sudi bernegosiasi dengan pihak Iran.
>>> Polisi Gagalkan Pengiriman 12 Motor Curian yang Disamarkan dengan Perabot Rumah Tangga
Pada hari Selasa, Trump kembali melontarkan ancaman bahwa situs nuklir Pickaxe Mountain milik Iran merupakan "target potensial untuk hantaman tembakan yang besar dan telak".
Menanggapi rangkaian komentar Trump, Pezeshkian menilai retorika permusuhan dari musuh-musuh Iran adalah hal yang lumrah. Namun, ia mempertanyakan apakah tujuan mereka telah tercapai.
>>> Meta Business Suite 2026: Fitur AI Agent Baru yang Bikin Bisnis Jalan Otomatis
"Mereka yang berniat memecah belah Iran menjadi beberapa bagian, sekarang di mana mereka berada?" ujar Pezeshkian dikutip dari PressTV, Rabu (15/7).
