Indonesia adalah negeri bahari yang selama ini abai terhadap potensi ekonomi laut.
Padahal, arsitektur bangsa Nusantara adalah inspirasi terbesar sebagai negeri kepulauan yang sentosa berkat kemampuan memaksimalkan ekonomi lautan.
>>> Jadwal MWI EWC 15 Juli 2026: Team Vitality vs Gen G Esports
Sejarawan Vlekke (Leiden, 1899) dalam bukunya menyajikan sejarah Indonesia dalam 16 bab yang penuh fakta aktual tentang kehebatan ekonomi laut Nusantara.
Namun, diperlukan waktu untuk mencerna dan mengaitkan fakta-fakta tersebut agar inti gagasannya tertangkap.
Vlekke menjelaskan mengapa masyarakat Jawa berbondong-bondong masuk Islam namun tetap bersahabat dengan tradisi lokal.
Menurutnya, para raja Jawa memilih Islam bukan karena suka, melainkan karena situasi politik mendorong mereka untuk bersekutu dengan Johor dan Demak, bukan dengan Portugis yang Kristen.
Kesibukan pada urusan agama inilah yang disebut sebagai penyebab ekonomi laut terbengkalai.
>>> YBM BRILian Buka Bright Scholarship 2026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Padahal, tema jalur rempah dan keunggulan laut Indonesia di bab 7 bukunya menunjukkan bahwa tanpa membaca sejarah laut, kita tidak akan mengenal Nusantara.
Sayangnya, potensi besar lautan belum dimanfaatkan maksimal.
Potensi energi laut mencapai 250.000 MW, jauh melampaui kebutuhan energi nasional sebesar 53.000 MW pada 2016.
Namun, yang terpasang hanya 0,01 MW atau kurang dari 0,00000004 persen.
Padahal, bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa pelaut. Energi laut memiliki keunggulan spektakuler: ramah lingkungan, bahan baku melimpah, dan terbarukan.
>>> Contoh Surat untuk Kakak OSIS MPLS 2026, Lengkap dan Bisa Langsung Dipakai
Sudah saatnya potensi ini digarap serius.
