Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan realisasi pendapatan negara hingga akhir 2026 mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target APBN.
Penerimaan perpajakan diperkirakan mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7% dari target. Sementara target kepabeanan dan cukai sebesar Rp320,6 triliun atau 95,4% dari target.
>>> Profil Yuenchi Arwindi, Advokat Muda yang Viral karena Isu Febrie Adriansyah
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru diproyeksikan menjadi penopang dengan target Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN sebesar Rp459,2 triliun.
PNBP Semester I Tumbuh 21,6%
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menyebut PNBP kini menjadi bantalan utama pendapatan negara.
>>> Siri iOS 27 Resmi Berubah Total, Kini Lebih Pintar Mirip ChatGPT Berkat AI Apple
Pada semester I-2026, realisasi PNBP mencapai sekitar Rp271 triliun atau 59% dari target APBN dan tumbuh 21,6% secara tahunan.
“Penguatan ini terutama ditopang penerimaan sumber daya alam, PNBP kementerian/lembaga, dan badan layanan umum,” kata Rizal kepada Bloomberg Technoz, Rabu (15/7/2026).
>>> IHSG Ditutup Stagnan, Rupiah Menguat 0,14% ke Rp18.067/US$
PNBP migas sendiri mencapai Rp60,7 triliun atau tumbuh 24,3%, didukung kenaikan ICP (Indonesian Crude Price), lifting gas, dan pelemahan rupiah.
