Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan outlook APBN semester II-2026. Pemerintah memperkirakan realisasi pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7% dari target.
Penerimaan perpajakan diproyeksi mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7% dari target.
>>> Penyidik Geledah Lokasi ke-13 Kasus Korupsi dan TPPU, Sita Dokumen dan Komputer
Angka itu terdiri dari penerimaan pajak Rp2.310,8 triliun (98% dari target) dan kepabeanan serta cukai Rp320,6 triliun (95,4% dari target).
Di tengah potensi tidak tercapainya target perpajakan, Purbaya menyebut pendapatan akan ditopang lonjakan PNBP.
PNBP diproyeksikan mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target APBN sebesar Rp459,2 triliun.
Pandangan Pakar
Dosen UNIKA Atma Jaya Jakarta, YB Suhartoko, menilai pemerintah kurang percaya diri terhadap penerimaan pajak.
>>> Latar Belakang Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PT PP yang Jadi Sorotan
Menurutnya, penerimaan pajak hanya diperkirakan sekitar Rp2.310,8 triliun atau 98% dari target.
Sementara itu, PNBP mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2% dari target.
"Ini artinya memang ada kesulitan untuk menggenjot pajak dan ada ruang peningkatan PNBP," kata Suhartoko kepada Bloomberg Technoz, Kamis (9/7/2026).
>>> IEA: Produksi Minyak UEA Capai Rekor Tertinggi pada Juni
Pakar menekankan bahwa idealnya penerimaan negara ditopang oleh pajak, bukan PNBP. Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih dalam mengoptimalkan penerimaan perpajakan.
