unique visitors counter
⌂ Beranda News 26 Karyawan Meta Gugat PHK Massal Berbasis AI yang Diskriminatif

26 Karyawan Meta Gugat PHK Massal Berbasis AI yang Diskriminatif

26 Karyawan Meta Gugat PHK Massal Berbasis AI yang Diskriminatif
Ilustrasi: 26 Karyawan Meta Gugat PHK Massal Berbasis AI yang Diskriminatif
A A Ukuran Teks16px

Dua puluh enam karyawan Meta telah mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Mereka menuduh Meta menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memilih pekerja yang akan diberhentikan secara massal.

>>> Wacana Konversi Kompor Listrik: Hati-hati Jebakan Subsidi Baru

Gugatan diajukan di Oakland, California, pada Senin (15/7).

Para penggugat adalah bagian dari 8.000 karyawan yang akan di-PHK Meta pada musim semi ini, atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja.

Menurut gugatan setebal 71 halaman itu, Meta menggunakan sistem AI untuk "menilai, memberi peringkat, dan memilih karyawan" yang akan di-PHK.

in2

Sistem tersebut mengandalkan "peringkat kinerja, skor kalibrasi, produktivitas, dan metrik output".

Para penggugat menyatakan bahwa metrik tersebut tidak dapat dikumpulkan oleh karyawan yang sedang cuti medis atau keluarga.

Sistem AI dinilai secara tidak proporsional menargetkan mereka yang sedang cuti atau memiliki disabilitas.

>>> Ekonom: PNBP Jadi Bantalan Utama Pendapatan Negara

Meta disebut tidak menghentikan sistem untuk melakukan peninjauan individual yang disesuaikan dengan cuti dan akomodasi. Padahal, hal itu diwajibkan oleh hukum.

Semua 26 karyawan yang menggugat telah mengambil atau meminta cuti yang dilindungi. Mereka juga meminta atau menerima akomodasi yang wajar untuk disabilitas.

Juru bicara Meta membantah tuduhan tersebut. "Keputusan manajemen tenaga kerja dan organisasi dibuat oleh manusia, bukan AI," katanya kepada CNBC dan The Verge.

Dalam email ke CNBC, juru bicara Meta menyatakan bahwa "klaim tersebut tidak berdasar dan tidak berdasarkan fakta." Meta belum menanggapi permintaan komentar AFP.

PHK massal ini dilakukan Meta untuk mengalihkan sumber daya ke agenda AI yang ambisius.

>>> Profil Yuenchi Arwindi, Advokat Muda yang Viral karena Isu Febrie Adriansyah

Perusahaan berencana menghabiskan hingga 145 miliar dolar AS untuk investasi AI tahun ini, hampir dua kali lipat dari tahun lalu.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot