unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Krisis Chip AI Belum Berakhir, Google Ungkap Dampaknya ke Harga Cloud dan Strategi Hadapi Lonjakan

Krisis Chip AI Belum Berakhir, Google Ungkap Dampaknya ke Harga Cloud dan Strategi Hadapi Lonjakan

Krisis Chip AI Belum Berakhir, Google Ungkap Dampaknya ke Harga Cloud dan Strategi Hadapi Lonjakan
Ilustrasi: Krisis Chip AI Belum Berakhir, Google Ungkap Dampaknya ke Harga Cloud dan Strategi Hadapi Lonjakan
A A Ukuran Teks16px

Lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus memicu perubahan besar di industri semikonduktor global.

Salah satu dampak yang kini semakin terasa adalah krisis chip AI, terutama pada pasokan chip memori yang menjadi komponen penting bagi pusat data dan layanan komputasi awan.

>>> Bocoran Redmi K100 Pro: Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Baterai 8.500 mAh

Kelangkaan yang terjadi sejak akhir tahun lalu tidak hanya membuat stok chip semakin terbatas, tetapi juga mendorong kenaikan harga di berbagai lini industri.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh para penyedia layanan cloud berskala besar atau hyperscale data center, termasuk Google Cloud.

Krisis Chip AI Dorong Penyesuaian Harga Layanan Cloud

Country Director Google Cloud Indonesia, Karim Siregar, mengakui bahwa meningkatnya permintaan chip secara global memang memberikan tekanan terhadap harga.

Menurutnya, ketika biaya komponen utama mengalami kenaikan signifikan, penyedia layanan cloud juga perlu melakukan penyesuaian agar operasional tetap berjalan secara berkelanjutan.

Namun, ia menegaskan bahwa Google Cloud akan berupaya semaksimal mungkin menjaga harga layanan agar tetap berada pada level yang wajar.

"Kami akan berusaha memastikan harga tetap berada pada level yang tepat.

>>> A2O MAY Rilis Single Baru 'Love Got Me Ooh'

Namun jika terjadi lonjakan harga yang sangat tinggi, tentu penyesuaian harga menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari," ujar Karim saat Google Cloud Media Briefing di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga layanan cloud bukan semata-mata dipengaruhi oleh strategi bisnis perusahaan, melainkan juga oleh dinamika rantai pasok industri semikonduktor global.

Pasokan Chip Sudah Dipesan Hingga Dua Tahun ke Depan

Di tengah tingginya permintaan perangkat AI, Google menyebut telah mengantisipasi kebutuhan komputasi melalui pemesanan kapasitas chip jauh-jauh hari.

Karim menjelaskan bahwa sebagian besar kapasitas penyediaan compute untuk satu hingga dua tahun ke depan bahkan telah penuh atau fully booked.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu alasan mengapa fluktuasi harga chip belum memberikan dampak besar terhadap operasional Google Cloud dalam waktu dekat.

>>> BTS Rilis Video Musik 'Normal' Eksklusif di Spotify

Dengan strategi pengadaan yang dilakukan lebih awal, perusahaan memiliki ruang lebih luas untuk menjaga stabilitas layanan sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot