Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun.
Angka tersebut tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Target realisasi investasi tahun 2026 sendiri sebesar Rp2.041,3 triliun.
>>> Wagub DKI Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026
Lima Sektor Unggulan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, merinci lima besar subsektor realisasi investasi total PMA dan PMDN.
Pertama, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp150,4 triliun atau 14,9% dari total realisasi.
Kedua, jasa lainnya senilai Rp114 triliun (11,3%). Ketiga, pertambangan senilai Rp105 triliun (10,4%).
>>> BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan
Keempat, transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp102,7 triliun (10,2%). Kelima, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp85,8 triliun (8,5%).
Rosan menambahkan, realisasi investasi semester I 2026 terbagi menjadi PMDN sebesar Rp502,9 triliun (49,8%) dan PMA sebesar Rp507,6 triliun (50,2%).
>>> Proyek Masela Wajib Serap 20-30% Pekerja dan Pengusaha Lokal
Ia menegaskan kinerja investasi masih selaras dengan target pemerintah meskipun menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global.
