Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada perdagangan Jumat (17/7).
Pelemahan ini mengikuti aksi jual massal saham produsen cip di Wall Street yang dipicu kekhawatiran investor tentang valuasi sektor kecerdasan buatan (AI) yang sudah terlalu tinggi.
>>> Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini 17 Juli 2026: Rp2.270.000 per Gram
Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan penurunan di Jepang dan Hong Kong.
Sementara itu, kontrak S&P 500 terpantau stabil di awal perdagangan Asia setelah indeks tersebut terkoreksi untuk pertama kalinya dalam tiga hari.
Saham Netflix Inc merosot dalam perdagangan setelah jam reguler setelah perusahaan memproyeksikan perlambatan pertumbuhan penjualan selama dua kuartal berturut-turut.
>>> Promo JSM Indomaret 17 Juli 2026: Diskon hingga 45 Persen
Minyak Mentah Naik Tipis
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis pada Jumat pagi.
Kenaikan ini didorong oleh konflik Timur Tengah yang memanas dan penurunan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Pada perdagangan Kamis, indeks saham produsen cip anjlok lebih dari 4%. Investor mulai mempertanyakan valuasi saham teknologi yang terlalu mahal di tengah rencana belanja modal yang besar.
>>> AS Serang Iran Lagi, Lalu Lintas Selat Hormuz Kian Lesu
Sertifikat penitipan efek Amerika (ADR) Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) juga melemah. Prospek kinerja yang solid tertutupi oleh perkiraan lonjakan biaya pengeluaran perusahaan.
