Aksi jual saham perusahaan pembuat chip menekan bursa saham Wall Street pada perdagangan terbaru.
Kekhawatiran investor muncul terkait apakah investasi besar-besaran di kecerdasan buatan (AI) sebanding dengan valuasi yang sudah sangat tinggi.
>>> Kelly Korea Diduga Jadi Korban Pelecehan di Blok M, Pelaku Dipecat
Risiko geopolitik yang kembali mengemuka juga turut membebani sentimen pasar. Indeks yang mengukur kinerja saham-saham raksasa chip anjlok 4,3% dalam gelombang volatilitas terbaru.
Prospek bisnis solid dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) tertutupi oleh proyeksi belanja modal yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq 100 turun 1,6%.
Saham Alphabet Inc. merosot 4,4% setelah Google dikabarkan mengalami keterlambatan beberapa bulan dalam peluncuran model AI andalan terkuatnya.
>>> 5 Tablet Paling Worth It untuk Editing Konten 2026, Ada iPad Air M2 hingga POCO Pad
Sementara itu, saham Netflix Inc. ikut melemah setelah perusahaan memprediksi pertumbuhan penjualan akan melambat untuk kuartal kedua berturut-turut.
Para pelaku pasar kini bergulat dengan pertanyaan apakah saham teknologi sudah terlalu mahal. Ketidakpastian kapan belanja AI senilai triliunan dolar akan menghasilkan keuntungan signifikan menjadi kekhawatiran utama.
Empat operator AI terbesar di Amerika Serikat diperkirakan akan menggelontorkan lebih dari US$725 miliar hanya pada tahun ini.
>>> Ekspor Gas Masela Maksimal 40%, Bahlil Utamakan Pasar Jepang
Angka tersebut semakin memperkuat keraguan investor terhadap valuasi sektor ini.

