Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,5% ke level Rp17.895 per dolar AS.
>>> Modus Tukar Tiket, Pelaku Curanmor di Apartemen PIK 2 Ditangkap
Penguatan ini merupakan hari keempat berturut-turut bagi rupiah. Pencapaian tersebut menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan Asia pada hari ini.
Faktor Pendorong Penguatan
Sentimen positif datang dari keputusan S&P Ratings yang mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan prospek stabil.
Hal ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
>>> iPhone Fold Siap Guncang Pasar Ponsel Lipat, Ini 10 Fitur Unggulannya
Selain itu, pelemahan indeks dolar AS turut mendukung penguatan rupiah. Indeks dolar AS tercatat turun 0,06% menjadi 100,7.
Dari sisi domestik, aliran dana masuk ke pasar obligasi juga menopang pergerakan rupiah. Imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) mayoritas bergerak turun, menunjukkan minat investor yang tinggi.
Sementara itu, harga minyak mentah masih bertahan di level tinggi sekitar US$84,29 per barel.
>>> RI Beli Migas Rusia, Industri Lain Bisa Terimbas Jika Disanksi AS
Kondisi ini membuat penguatan sebagian mata uang Asia lainnya tertahan, namun rupiah justru menonjol.
