Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Jumat, 17 Juli, menargetkan infrastruktur dan instalasi militer di sejumlah negara Timur Tengah.
Eskalasi ini memperburuk konflik yang telah berlangsung lebih dari empat bulan.
Serangan terbaru AS menghantam dua jembatan di Bandar Khamir, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Bandar Abbas, pelabuhan utama Iran, dengan jalan menuju pusat negara dan Teheran.
Kementerian Energi Iran untuk pertama kalinya mengakui adanya serangan terhadap infrastruktur kelistrikan.
Mereka meminta warga di provinsi selatan yang mengalami cuaca ekstrem untuk mengurangi penggunaan listrik, tanpa merinci target yang terkena.
Otoritas Iran melaporkan sedikitnya 46 orang tewas dan lebih dari 400 terluka dalam serangan AS beberapa hari terakhir.
Delapan orang tewas dalam serangan terhadap jembatan pada Jumat.
Menara Pelabuhan Chabahr Runtuh
Komando Pusat AS mengaku menghantam puluhan target militer dalam serangan Jumat. Salah satunya meruntuhkan menara di Pelabuhan Chabahar, Iran, di Teluk Oman.
Iran menyebut menara itu mengawasi lalu lintas komersial pelabuhan.
Namun AS mengatakan menara tersebut merupakan bagian dari jaringan pengawasan maritim yang digunakan Garda Revolusi Iran untuk melacak dan menargetkan kapal dagang di Selat Hormuz.
Pada Jumat malam, media Iran melaporkan ledakan di sejumlah wilayah, termasuk Ahvaz, Lar, Yazd, dan Sirik.
Iran Balas Serang Qatar dan Kuwait
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke Qatar, mediator perang, dan Kuwait. Di Kuwait, serangan menghantam pabrik listrik dan desalinasi air, menyebabkan kerusakan parah.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengatakan kebakaran telah dipadamkan dan mereka sedang memperbaiki stasiun tersebut. Sekitar 90 persen air minum Kuwait berasal dari desalinasi.
Qatar dua kali memperingatkan warganya untuk berlindung saat rudal Iran mendarat. Pecahan rudal melukai seorang anak.
Iran juga menargetkan Bahrain dan Yordania, yang berhasil mencegat tiga rudal.
Di Irak utara, serangan rudal Iran menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lainnya. Targetnya diduga kelompok oposisi Kurdi Iran, Komala.
Sebuah kapal tanker juga diserang saat melintas di Selat Hormuz dekat Oman. Kapal mengalami kerusakan ringan tanpa korban jiwa.
Iran sebelumnya mengklaim dua kapal tanker minyak meledak dan terbakar saat mencoba melintasi jalur yang ditambang di Selat Hormuz.
Klaim itu belum diverifikasi.
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran menutup jalur tersebut pada 28 Februari. Harga minyak naik di atas 86 dolar AS per barel, mendekati level tertinggi dalam sebulan.
Presiden AS Donald Trump dalam pidato Kamis malam menyatakan perang berjalan baik. Namun ia menghadapi tekanan politik untuk mengakhiri konflik dan menghindari perang berkepanjangan.