unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pelé dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
IPTEK

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pelé dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Rekonstruksi gol legendaris Pele oleh Google DeepMind menggunakan AI
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pelé dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
A A Ukuran Teks16px

Kecerdasan buatan kini tidak hanya digunakan untuk hal-hal modern, tetapi juga untuk merekonstruksi peristiwa sejarah yang tidak sempat terekam kamera.

Google DeepMind baru-baru ini menghidupkan kembali gol legendaris Pelé yang selama lebih dari enam dekade hanya hidup dalam ingatan para saksi mata.

Melalui kolaborasi dengan Pelé Brand, keluarga Pelé, sejarawan, jurnalis olahraga, dan komunitas lokal di Brasil, Google DeepMind menciptakan mini-documentary yang merekonstruksi "Gol da Rua Javari".

Gol tersebut dicetak Pelé pada 2 Agustus 1959 di Stadion Rua Javari, São Paulo, dan tidak pernah direkam kamera.

Pelé sendiri berulang kali menyebut gol itu sebagai yang terbaik sepanjang kariernya, setelah melewati beberapa pemain bertahan dan kiper dengan tiga sentuhan sombrero tanpa bola menyentuh tanah.

AI Digunakan untuk Membangun Ulang Momen Bersejarah

Proyek ini dibangun melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan riset sejarah dengan teknologi AI generatif.

Tim peneliti mengumpulkan hampir 2.000 dokumen sejarah, termasuk blueprint stadion, foto arsip, laporan media, album keluarga, hingga diagram pertandingan.

Lebih dari 3.600 foto historis dianalisis untuk membangun kembali kondisi Stadion Rua Javari sebagaimana pada 1959.

Kesaksian para saksi mata, jurnalis olahraga, serta masyarakat kawasan Mooca di São Paulo juga menjadi bagian penting dalam proses rekonstruksi.

Setelah fondasi tersebut selesai, Google melakukan pengambilan gambar langsung di Stadion Rua Javari menggunakan kostum dan bola kulit yang sesuai dengan era 1950-an.

Gemini dan Veo Jadi Mesin Rekonstruksi Digital

Pada tahap produksi, Google memanfaatkan model AI Gemini Omni, Veo, dan Nano Banana Pro untuk mengubah materi syuting menjadi adegan sinematik yang mendekati kondisi asli.

Teknologi tersebut digunakan untuk membangun kembali kemiripan wajah Pelé, kostum bernomor punggung 10, arsitektur stadion, pencahayaan, hingga atmosfer penonton pada masa itu.

Salah satu inovasi penting adalah penggunaan teknologi Performance Control berbasis Veo 3 yang mampu menangkap gerakan tiga dimensi seorang stunt player modern, lalu menerjemahkannya menjadi gerakan khas Pelé dengan presisi tinggi.

Hasil dokumenter tersebut kini dipamerkan di Museu Pelé Brasil untuk melestarikan memori kolektif bagi generasi masa kini.

📰 Update Terbaru