Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) tidak hanya soal model paling canggih, tetapi juga perebutan peneliti terbaik.
Gelombang perpindahan talenta kembali menjadi sorotan setelah ilmuwan senior John Jumper mengumumkan hengkang dari Google DeepMind ke Anthropic.
>>> Trump Umumkan Blokade Iran, AS Akan Kenakan Biaya 20% di Selat Hormuz
John Jumper adalah sosok di balik AlphaFold, sistem AI yang mampu memprediksi struktur protein dengan akurasi tinggi.
Teknologi ini membawa perubahan besar bagi riset biologi dan kedokteran karena memangkas waktu penelitian yang sebelumnya bertahun-tahun.
Pada 2024, Jumper bersama CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, menerima Penghargaan Nobel atas kontribusi mereka melalui AlphaFold.
Dalam unggahan di platform X, Jumper mengonfirmasi keputusannya. "Setelah hampir sembilan tahun, saya memutuskan meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung ke Anthropic," tulisnya.
>>> DPR Minta Jaksa Agung Ganti Penyidik yang Terafiliasi Eks Jampidsus
Meski pindah, Jumper tetap mengapresiasi Google DeepMind sebagai tempat yang berperan besar dalam perjalanan profesionalnya. Ia optimistis berbagai penemuan AI masih akan lahir dari laboratorium tersebut.
Perang Talenta AI Semakin Sengit
Perpindahan Jumper menambah daftar ilmuwan AI papan atas yang meninggalkan Google. Sebelumnya, Noam Shazeer, salah satu pemimpin pengembangan model Gemini AI, dikabarkan bergabung dengan OpenAI.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perusahaan seperti Meta, OpenAI, Anthropic, hingga Alphabet saling bersaing merekrut peneliti terbaik untuk mempercepat pengembangan AI generasi berikutnya.
Analis D. A.
>>> S&P Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% pada 2026
Davidson, Gil Luria, menilai kebutuhan terhadap peneliti AI saat ini berada di level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

