Film The Odyssey garapan Christopher Nolan diangkat dari epos Yunani Kuno karya Homer. Kisahnya mengikuti perjalanan pulang Odysseus, raja Ithaca, selama sepuluh tahun setelah Perang Troya.
Dalam perjalanannya, Odysseus bertemu dengan beragam monster yang menjadi ancaman.
>>> Bocoran Chip AI Samsung Gaia untuk Laptop Masa Depan
Menurut profesor Richard Janko dari University of Michigan, makhluk-makhluk itu memiliki akar cerita rakyat kuno dari berbagai belahan dunia.
Polyphemus
Polyphemus adalah Cyclops bermata satu, putra Poseidon. Odysseus dan awaknya terjebak di gua tempat tinggalnya.
Untuk menyelamatkan diri, Odysseus membutakan mata Polyphemus, yang memicu kemarahan Poseidon.
Kisah ini diyakini berasal dari cerita rakyat kuno tentang The Blinded Orge, seorang pahlawan cerdik yang melarikan diri dari raksasa bermata satu.
Siren
Siren dikenal dengan nyanyian memikat yang membuat pelaut mengarahkan kapal ke bebatuan.
Odysseus menyumbat telinga awaknya dengan lilin lebah dan mengikat dirinya di tiang kapal agar bisa mendengar tanpa kehilangan kendali.
>>> The Odyssey Raup Rp315 Miliar dari Sesi Preview, Siap Kuasai Box Office
Para sejarawan melihat Siren sebagai representasi bahaya nyata di Mediterania, seperti karang tersembunyi dan badai.
Scylla
Scylla adalah monster laut berkepala enam yang memangsa pelaut di tebing. Odysseus harus melewatinya setelah menghindari Charybdis, pusaran air raksasa.
Ungkapan "between Scylla and Charybdis" lahir dari kisah ini.
Peneliti meyakini kedua monster terinspirasi dari Selat Messina yang memiliki arus berbahaya.
Laestrygonians
Laestrygonians adalah bangsa raksasa kanibal yang menghancurkan armada Odysseus. Dalam film Nolan, mereka digambarkan mengenakan baju zirah.
Kemunculan mereka dipicu tangisan anak Laestrygonians yang melihat Odysseus.
>>> Daftar Artis yang Akan Tampil di Final Piala Dunia 2026
Kisah ini mencerminkan pandangan Yunani Kuno terhadap negeri asing yang belum dikenal. The Odyssey tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Juli 2026.
