unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Luncurkan Serangan Udara Baru terhadap Iran, Targetkan Infrastruktur Militer

AS Luncurkan Serangan Udara Baru terhadap Iran, Targetkan Infrastruktur Militer

AS Luncurkan Serangan Udara Baru terhadap Iran, Targetkan Infrastruktur Militer
Ilustrasi: AS Luncurkan Serangan Udara Baru terhadap Iran, Targetkan Infrastruktur Militer
A A Ukuran Teks16px

Militer Amerika Serikat pada Minggu (19/7) mengumumkan telah melancarkan serangan udara baru terhadap Iran.

Serangan ini disebut sebagai bentuk hukuman cepat atas serangan Garda Revolusi Iran di Yordania yang menewaskan dua tentara AS.

>>> Dua Tentara AS Tewas, Satu Hilang dalam Serangan Iran di Yordania

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam membatasi lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz.

Selat ini menyumbang sekitar 20% pasokan minyak global sebelum perang.

Menurut kantor berita IRNA milik Iran, sebuah area dekat Sirik di Selat Hormuz menjadi target sekitar pukul 01.30 waktu setempat.

Otoritas setempat di Provinsi Hormozgan selatan mengonfirmasi serangan tersebut.

Serangan baru ini terjadi setelah militer AS mengumumkan korban tewas pertama akibat tembakan langsung Iran sejak awal perang.

Sebuah serangan drone dan rudal di pangkalan di Yordania pada Jumat lalu menewaskan dua tentara, satu hilang, dan empat dirawat di rumah sakit.

CENTCOM tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas korban tewas. Sejak perang dimulai, 16 tentara AS tewas dan lebih dari 430 terluka.

Peringatan Pemimpin Tertinggi Iran

Beberapa menit sebelum AS mengumumkan kematian tentaranya, pemimpin tertinggi Iran memperingatkan akan adanya 'pelajaran yang tak terlupakan' jika AS terus menyerang Republik Islam.

Pernyataan yang dibacakan di TV pemerintah dan dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei juga menyebut tanda tangan Presiden Donald Trump 'tidak berharga dan tidak valid'.

Seorang negosiator Iran mengatakan Teheran menangguhkan komitmennya terhadap kesepakatan sementara yang ditandatangani sekitar sebulan lalu. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri pertempuran secara permanen.

Khamenei memperingatkan akan adanya 'pelajaran' tidak hanya dari Iran tetapi juga dari proksi bersenjatanya di kawasan yang disebut 'Poros Perlawanan'.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot