Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran pada Sabtu, sehari setelah dua personel militer AS tewas di Yordania akibat serangan rudal dan drone Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan dalam unggahan di media sosial bahwa serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial.
>>> Kylian Mbappe Kokoh di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026, Tinggalkan Messi
Serangan juga dimaksudkan untuk "segera menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania tadi malam."
Serangan Iran pada Jumat juga menyebabkan empat tentara AS terluka dan satu lainnya hilang.
>>> Presiden AS, Kanada, dan Meksiko Dijadwalkan Hadiri Final Piala Dunia 2026
Dengan demikian, jumlah korban tewas dari pihak AS kini mencapai 16 orang sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.
>>> AS Luncurkan Serangan Udara Baru terhadap Iran, Target Garda Revolusi
Teheran pada Sabtu mengumumkan tidak lagi akan mematuhi ketentuan dalam perjanjian damai sementara setelah melancarkan serangan besar-besaran terhadap negara-negara Teluk, termasuk Kuwait dan Yordania, sebagai balasan atas serangan terbaru AS.
