Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah memangkas sebagian pelemahannya menjadi 0,26% ke posisi Rp17.942/US$.
Pelemahan rupiah dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah ke US$88,70 per barel. Kenaikan ini berpotensi memperlebar defisit neraca transaksi dagang serta fiskal Indonesia.
>>> Daftar Harga iPhone Juli 2026 di Indonesia: Seri Baru dan Bekas
Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (AS) justru menyusut 0,07% ke level 100,69. Pelemahan dolar AS biasanya mendorong penguatan mata uang Asia.
Sejumlah mata uang Asia tercatat menguat.
>>> Spesifikasi Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 Pro Terbaru, Siap Masuk Indonesia
Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,39%, disusul ringgit Malaysia, dolar Taiwan, yuan offshore, dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang.
>>> Cara Instal Aplikasi Dapodik Terbaru untuk Tahun Ajaran 2026/2027
Sebaliknya, peso Filipina, rupee India, baht Thailand, dan dolar Hong Kong ikut melemah. Rupiah menjadi mata uang dengan performa terburuk di Asia pada sore ini.
