Pemerintah Amerika Serikat berencana mengumumkan kesepakatan dengan Arab Saudi yang akan memberikan program nuklir sipil kepada negara tersebut pada Rabu, menurut laporan media.
Mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Trump akan menandatangani dan mengumumkan kesepakatan tersebut secara resmi pada Rabu.
>>> Rekor Ekspor Minyak Saudi dari Laut Merah Sebelum Ancaman Houthi
Kesepakatan ini disebut akan memberikan miliaran dolar bagi industri nuklir AS.
Salah satu ketentuannya, yang berlaku selama 30 tahun, memungkinkan perusahaan Amerika membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi jika studi bersama menyatakan hal itu layak, demikian dilaporkan Wall Street Journal.
Namun, sejumlah anggota Kongres dari kedua partai dan pejabat Israel menyuarakan penolakan terhadap proyek nuklir sipil Arab Saudi karena khawatir dapat dialihfungsikan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Kesepakatan diperkirakan akan diserahkan ke Kongres dalam beberapa hari mendatang, tetapi persetujuan mereka tidak diperlukan agar kesepakatan dapat berlaku.
>>> IMEF: Peran DSI Pantau Ekspor Batu Bara Belum Pasti Atasi Underinvoicing
Pengumuman ini muncul di tengah pertempuran baru antara AS dan Iran, sekutu Yaman dari Houthi yang didukung Iran.
Kelompok Houthi mengancam akan memperluas perang dengan memblokade pelabuhan Arab Saudi.
Arab Saudi dan Houthi saling tembak minggu lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, mengancam gencatan senjata 2022.
>>> Calon Suami Jesslyn Wijaya Kerja Apa? Ini Sosok Evan yang Ikut Kawal Dugaan Penculikan Atlet Golf
Namun, kelompok Houthi sebagian besar tetap berada di pinggiran sejak Israel dan AS menyerang Iran pada akhir Februari.
