unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Lee Dong-wook Ungkap Sisi Lebih Brutal dan Manusiawi di 'A Shop for Killers' Season 2

Lee Dong-wook Ungkap Sisi Lebih Brutal dan Manusiawi di 'A Shop for Killers' Season 2

Lee Dong-wook Ungkap Sisi Lebih Brutal dan Manusiawi di 'A Shop for Killers' Season 2
Ilustrasi: Lee Dong-wook Ungkap Sisi Lebih Brutal dan Manusiawi di 'A Shop for Killers' Season 2
A A Ukuran Teks16px

Lee Dong-wook kembali memerankan Jeong Jin-man di musim kedua "A Shop for Killers" yang tayang di Disney+. Serial ini mengikuti perjuangan Jin-man dan keponakannya Ji-an melawan jaringan Babylon.

Dalam wawancara dengan The Korea Times, Lee mengaku bersyukur bisa kembali setelah musim pertama mendapat sambutan hangat.

>>> Shakira Bagikan Foto Backstage dengan BTS, Sapa Penggemar dengan Bahasa Korea

Musim pertama masuk dalam daftar acara TV internasional terbaik versi The New York Times dan empat drama Korea teratas versi Time magazine pada 2024.

Transformasi Fisik dan Karakter

Untuk menghidupkan sosok Jin-man, Lee menambah berat badan sekitar 8 kilogram.

Ia mengaku tidak terlalu ingin melakukannya, tetapi merasa perlu ada perbedaan fisik yang terlihat antara dirinya dan karakternya.

Lee makan empat hingga lima kali sehari, sebagian besar protein. Ia juga minum banyak air agar tidak terlihat lebih tua selama dua tahun syuting.

Lee menekankan bahwa musim kedua bukanlah perubahan total, melainkan kelanjutan dari musim pertama. Ia fokus pada konsistensi karakter.

>>> MAKIN PANAS! Lookism Chapter 617 Bahasa Indonesia, Lanjutan Manhwa Lookism 617 618 sub indo RAW English Scan

Sisi Baru Jin-man

Menurut Lee, musim kedua menyoroti pertumbuhan Ji-an dan respons Jin-man terhadapnya. Saat Ji-an menjadi lebih tegas, pamannya mulai mempertanyakan kehidupan yang ia bawa ke dalam hidupnya.

Lee mengungkapkan bahwa penonton akan melihat sisi baru Jin-man yang belum pernah terlihat sebelumnya, termasuk tingkat kebrutalan yang melampaui musim pertama.

Namun, ia juga perlahan menyadari pentingnya hal-hal normal dan manusiawi di luar dunia pembunuh dan tentara bayaran.

Lee menambahkan bahwa ia tidak terlalu peduli dengan jumlah adegan, asalkan karakternya meninggalkan kesan. Satu momen yang kuat bisa lebih berarti daripada kehadiran yang panjang namun tidak fokus.

Ia berharap "A Shop for Killers" bisa menjadi tolok ukur genre aksi dengan dunia dan kualitas aksi yang kuat.

>>> Zhang Xiaofei Digosipkan Tak Ambil Bayaran Main Kung Fu Soccer

Lee ingin penonton mengingatnya sebagai karya Korea yang menggabungkan aksi dan alam semesta yang solid.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot