Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merah di awal perdagangan Jumat (24/7/2026).
Dalam 30 menit sesi I, IHSG sempat menyentuh -2,02%.
>>> Trump Patok Tarif Impor Baru Hingga 12,5% Bagi Mitra Dagang
Pelemahan di pasar domestik mengekor pergerakan akhir sesi di Wall Street, Amerika Serikat.
Hingga pukul 9.25 WIB, IHSG bertengger di level 6.213, turun 100 poin dari posisi awal perdagangan 6.266,98.
Pasar saham Indonesia masih diselimuti tren net sell foreign flow sepanjang Juli.
Sejumlah pelaku pasar menyebut situasi tidak bersahabat akibat sikap hati-hati investor terkait lonjakan harga minyak dunia.
>>> MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Netizen Dukung
Selain itu, aksi profit taking turut mendorong koreksi di pasar.
Minyak jenis Brent kembali tembus level US$100 per barel akibat eskalasi perang Iran.
Hal ini turut menyeret pergerakan 'merah' pasar saham dan surat utang.
>>> Pengunjung Rutan Salemba Sembunyikan Sabu di Pakaian Dalam, Dipergoki saat Jenguk Suami
S&P 500 di bursa Amerika Serikat merosot 1,2%, seperti dilaporkan Bloomberg News.
