Minyak mentah Eastern Siberia-Pacific Ocean (ESPO) asal Rusia dinilai memiliki kecocokan lebih tinggi untuk diolah di kilang Indonesia dibandingkan minyak Arab Light dari Arab Saudi maupun Urals dari Rusia bagian barat.
Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti mengungkapkan jika minyak Minas dari Sumatra menjadi acuan tingkat kecocokan dengan kilang domestik, maka ESPO memiliki tingkat kecocokan sebesar 88%–95%.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini 27 Juli 2026 Naik Rp10.000, Buyback Tembus Rp2.370.000
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Arab Light yang berada di kisaran 80%–90% dan Urals sebesar 55%–65%.
Karakteristik ESPO Unggul
Tingginya kompatibilitas ESPO didukung karakteristiknya yang memiliki API gravity 34 derajat atau tergolong medium-light, dengan kandungan sulfur 0,535% berat, dan total acid number (TAN) di bawah 0,05 miligram KOH per gram.
>>> Pendaftaran Upacara HUT RI 2026 di Istana Negara: Perkiraan Tanggal dan Cara Daftar
Sebagai perbandingan, Arab Light memiliki API gravity 32,8 derajat, kandungan sulfur 1,97%, dan TAN 0,08 mg KOH/g.
Sementara Urals Blend memiliki API gravity 30,6 derajat, kandungan sulfur 1,45%, serta TAN 0,12 mg KOH/g.
>>> Dilema Suku Bunga The Fed di Tengah Konflik Timur Tengah
Menurut Yayan, spesifikasi tersebut membuat ESPO lebih mudah diolah menggunakan konfigurasi kilang yang selama ini digunakan di Indonesia.
