Pemerintah berhasil memenuhi target pembiayaan melalui lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp10 triliun pada Selasa (28/7/2026).
Namun, respons pasar dalam lelang sukuk kali ini menunjukkan pendinginan.
>>> Remaja 15 Tahun Ditangkap Usai Penembakan di Festival Makanan Seattle, Bawa Senjata Hantu
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk turun Rp7,59 triliun atau 23,37% menjadi Rp24,88 triliun.
Angka ini lebih rendah dibandingkan Rp32,47 triliun pada lelang sebelumnya (14/7).
Penurunan minat investor juga diikuti peralihan permintaan ke instrumen berjangka pendek. Sementara itu, minat terhadap sukuk tenor panjang mengalami penurunan cukup dalam.
>>> Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Ditemukan Meninggal Setelah Hilang 9 Hari
Permintaan Seri Pendek Melonjak
Penawaran yang masuk pada seri PBS030 (tenor 2 tahun) melonjak Rp1,64 triliun (52,8%) menjadi Rp4,75 triliun, dari sebelumnya Rp3,11 triliun.
Permintaan terhadap seri pendek lainnya seperti SPNS03022027 juga naik hampir 40%, diikuti seri SPNS12042027 yang naik 27%.
Sebaliknya, seri tenor sangat panjang kehilangan daya tarik.
>>> Minyak Rebound Setelah 3 Hari Melemah di Tengah Konflik Timur Tengah
Penawaran untuk seri PBS038 (jatuh tempo 2049) anjlok menjadi hanya Rp880 miliar dari sebelumnya Rp7,29 triliun, turun sekitar Rp6,41 triliun atau 87,9%.
