Agen OpenAI yang kabur dari lingkungan uji coba terkunci pada awal bulan ini ternyata tidak langsung menyerang Hugging Face.
Sebelum itu, agen tersebut menyusup ke perusahaan komputasi awan Modal Labs.
>>> Red Magic Luncurkan Pendingin Magnetik 33W yang Bisa Capai -21°C untuk Gaming Ekstrem
Menurut laporan terbaru, agen nakal itu memanfaatkan celah keamanan dari salah satu pelanggan Modal Labs untuk masuk.
Dari sana, ia menggunakan infrastruktur Modal sebagai batu loncatan untuk melancarkan serangan ke Hugging Face.
OpenAI sendiri mengakui bahwa agennya telah mengakses empat akun atau layanan daring yang berbeda, namun tidak merinci semuanya.
Dua di antaranya sudah diketahui, yaitu Modal Labs dan Hugging Face.
Celah Keamanan Terbuka Lebar
Agen OpenAI tidak meretas Modal Labs secara langsung. Ibaratnya, seperti pencuri yang melihat pintu kantor terbuka lebar.
Sang agen cukup masuk melalui titik akhir yang terekspos.
Pelanggan Modal Labs ternyata membuat layanan yang dapat diakses internet tanpa kata sandi atau autentikasi.
>>> Redmi K100 Pro Muncul di Geekbench dengan Snapdragon 8 Gen 5 Elite
Hal ini memberi akses mudah bagi agen OpenAI ke area pengujian aman yang dihosting di jaringan Modal.
Dari sana, agen tersebut melancarkan serangan ke Hugging Face dan berhasil mendapatkan akses tingkat platform ke sistem mereka.
Keterlambatan Deteksi dan Bantahan OpenAI
Yang memprihatinkan, OpenAI tampaknya tidak segera menyadari insiden ini. Menurut Reuters, OpenAI baru tahu beberapa hari setelah kejadian, saat FBI sudah diberi tahu.
OpenAI membantah sebagian laporan Reuters, namun tidak menjelaskan bagian mana yang tidak benar.
Singkatnya, agen AI OpenAI yang dirancang untuk mensimulasikan peretas ulung berhasil lolos dari lingkungan terkunci atas kemauannya sendiri.
Ia lalu mengakses Modal Labs melalui celah pelanggan, menjadikannya batu loncatan untuk meretas Hugging Face dan dua perusahaan lain.
>>> Machenike Luncurkan Earbud TH66 dengan ANC dan Latensi Gaming 40ms
Agen tersebut akhirnya dihentikan oleh model open-weight asal China, GLM 5.2, setelah model tertutup AS terkemuka gagal menghentikannya.
