Recording Academy Amerika Serikat membela pembuatan kategori pop Asia baru setelah grup K-pop BTS mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam Grammy Awards mendatang.
CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengeluarkan pernyataan pada Rabu waktu AS yang menyatakan kesedihan atas keputusan grup tersebut, namun menghormati pilihan mereka.
>>> Video Musik 'Idol' BTS Tembus 1,4 Miliar Penonton di YouTube
"Saya sedih mendengar BTS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy Awards tahun ini, tetapi sebagai pencipta musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka," kata Mason dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram Grammy.
Tanggapan akademi muncul sehari setelah BTS menolak mengirimkan musik mereka untuk dipertimbangkan pada Grammy ke-69 yang dijadwalkan pada Februari 2027.
BTS menyuarakan harapan agar musik dapat "didengar dan dicintai apa adanya, bukan dikategorikan berdasarkan wilayah atau bahasa."
Meski tidak menyebutkan alasan secara eksplisit, langkah itu dipandang sebagai protes terhadap pembuatan kategori Best Asian Pop Music Performance yang menuai kritik karena berisiko memisahkan artis non-Barat.
Kategori untuk Merayakan, Bukan Memisahkan
Menanggapi reaksi negatif atas kategori baru tersebut, Mason menegaskan bahwa penghargaan itu dibuat untuk merayakan "kedalaman, keragaman, dan keunggulan" seni pop Asia.
"Ini tidak pernah untuk memisahkan," tegas Mason, seraya menambahkan bahwa kategori ini bertujuan menyoroti artis-artis besar dan memperluas pengakuan di antara 15.000 anggota pemilih Grammy.
Ia juga menjelaskan bahwa mengirimkan musik dalam kategori genre tidak mendiskualifikasi artis untuk bersaing di penghargaan General Field tertinggi, seperti Album of the Year atau Song of the Year.
>>> Lee Chang-dong Jadi Sutradara Korea Pertama Peraih TIFF Ebert Director Award
"Kategori-kategori itu tetap terbuka untuk rekaman apa pun yang memenuhi syarat, terlepas dari genre. Pengakuan dalam kategori genre dan pengakuan di General Field tidak saling eksklusif.
