unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Tunda Serangan ke Iran demi Kesepakatan Cepat

Trump Tunda Serangan ke Iran demi Kesepakatan Cepat

Trump Tunda Serangan ke Iran demi Kesepakatan Cepat
Ilustrasi: Trump Tunda Serangan ke Iran demi Kesepakatan Cepat
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Sabtu malam bahwa AS akan menunda serangan baru ke Iran selama kesepakatan cepat bisa dicapai untuk menghentikan ambisi nuklir Iran dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan membuka kembali selat vital tersebut secara penuh dan mengakhiri ancaman nuklir Iran.

>>> Polresta Tangerang Tertibkan Sepeda Listrik di Jalan Raya Sesuai Permenhub

Trump tidak menyebut negara-negara yang dimaksud dalam unggahan itu, yang muncul setelah panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

"Berdasarkan permintaan ini, saya setuju, demi manfaat masa depan DUNIA dan juga kelangsungan hidup Iran yang sukses dan sejahtera, untuk membatalkan serangan, asalkan bisa segera membuat KESEPAKATAN," tulis Trump.

Trump menambahkan bahwa Israel "bergabung dengan saya dalam komitmen ini." Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan presiden AS tersebut.

Putra Mahkota Saudi Dorong Dialog

Dalam panggilan dengan Trump, Putra Mahkota Mohammed bin Salman menekankan "pentingnya mengutamakan dialog untuk meredakan ketegangan" di Timur Tengah, menurut kantor berita resmi Arab Saudi.

Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada Reuters bahwa keduanya berbicara, tetapi tidak memberikan rincian.

Langkah Trump ini tampaknya meredakan ketegangan setelah beberapa hari saling ancam serangan baru antara AS dan Iran.

Perang yang diluncurkan AS dan Israel lima bulan lalu telah menyebar ke Teluk, Laut Merah, dan bahkan fasilitas di Mediterania, Mesir.

Iran sebagian besar telah menutup Selat Hormuz, jalur untuk 20 persen minyak dan LNG dunia sebelum perang, menyebabkan harga energi naik dan memicu inflasi.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot