unique visitors counter
⌂ Beranda News Ketimpangan Iklim Nepal: Korban Terdampak Justru Penyumbang Emisi Terkecil
News

Ketimpangan Iklim Nepal: Korban Terdampak Justru Penyumbang Emisi Terkecil

Kerusakan akibat banjir bandang di Nepal yang menghantam warga termiskin
Ketimpangan Iklim Nepal: Korban Terdampak Justru Penyumbang Emisi Terkecil
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Bencana banjir bandang yang melanda Nepal menyisakan duka mendalam bagi warga termiskin di negara itu. Salah satunya Tamang, pemuda 23 tahun yang kehilangan keempat adiknya dalam peristiwa tersebut.

Tamang adalah anak tertua dari lima bersaudara. Ia telah lama menjadi kepala keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal saat ia masih kecil.

Banjir bandang akibat letusan danau glasial (glacial lake outburst flood) merenggut nyawa keempat adiknya.

Jenazah adik bungsunya ditemukan dua hari setelah banjir di Chitwan, sekitar 200 kilometer dari Nuwakot, tempat kelima bersaudara itu tinggal.

Adik bungsunya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, setengah terkubur lumpur. Sementara keberadaan tiga adik lainnya hingga kini belum diketahui.

Salah satu adik laki-lakinya bekerja di pembangkit listrik tenaga air di Rasuwa. Ia diduga tidak sempat menyelamatkan diri dari derasnya banjir, seperti banyak pekerja lain di sana.

Tamang mengaku tidak bisa menunggu lebih lama dan berencana menggelar pemakaman untuk adik-adiknya. Ketika ditanya apakah mereka mungkin hanya hilang, ia tampak pasrah.

"Sudah waktunya menerima bahwa mereka telah meninggal," ujarnya. "Menyangkalnya tidak akan mengubah apa pun.

Saya harus menerima kenyataan."

Tamang adalah nama salah satu kelompok etnis di Nepal. Suku Tamang terkonsentrasi di wilayah pegunungan utara, area yang paling parah dilanda banjir.

"Ini bukan banjir pertama yang kami alami belakangan ini, dan saya rasa bukan yang terakhir," kata Tamang.

Nepal di Garis Depan Krisis Iklim

Seorang ahli geosains Amerika Serikat memperkirakan kawasan pegunungan tinggi Asia memiliki sekitar 95.000 gletser.

Bagi warga Nepal, itu seperti hidup berdampingan dengan 95.000 bom waktu yang siap meledak tanpa diketahui kapan, di mana, atau bagaimana.

📰 Update Terbaru