Sebuah badan pemantau maritim Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal kargo terkena proyektil di lepas pantai Oman di Selat Hormuz.
Insiden itu terjadi pada Selasa dini hari.
>>> Anjing Selamat dari Kebakaran Rumah di Depok, Damkar Evakuasi
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran memberikan klaim yang bertentangan mengenai apakah mereka sedang mengadakan pembicaraan.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan kedua pihak melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri perang.
Kapal Kargo Melaporkan Terkena Serangan
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan kapal kargo itu melaporkan terkena "proyektil yang tidak diketahui" pada pukul 02.00 waktu setempat.
Kapal berada 37 kilometer di timur laut Al Khasab, Oman.
UKMTO tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang kapal tersebut, termasuk bendera yang dikibarkan atau apakah kapal membawa kargo.
Al Khasab terletak di ujung Semenanjung Arab yang menjorok ke Selat Hormuz.
Selat Hormuz adalah jalur air penting di mulut Teluk Persia yang dilalui seperlima minyak dan gas alam dunia sebelum perang.
Jalur ini praktis ditutup oleh serangan Iran terhadap pelayaran sejak perang dimulai pada Februari.
Klaim AS dan Iran yang Bertentangan
Trump pada Senin mengatakan pembicaraan dengan Iran telah dilanjutkan.
Ia juga menyebut telah membatalkan serangan besar-besaran yang ia ancam, atas desakan sekutu Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
>>> Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi Anak di Konten Promosi Vape, Sejumlah Saksi Diperiksa
"Apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang berbicara," kata Trump. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah adanya negosiasi dengan AS.
Baghaei menegaskan pembicaraan Iran hanya dengan Oman dan fokus pada pembentukan rute navigasi yang aman melalui Selat Hormuz.

