Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengancam akan memberlakukan isolasi ekonomi terhadap Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (13/8/2026) dalam wawancara dengan Newsmax.
>>> Prabowo: Digitalisasi Bansos Tekan Biaya dan Percepat Verifikasi
Bessent mengatakan, langkah tersebut akan menjadi kombinasi isolasi ekonomi yang belum pernah dilihat dunia.
Ia juga menyebut blokade berkelanjutan di Selat Hormuz akan mencegah segala sesuatu keluar masuk pelabuhan Iran.
Ia menambahkan, pengumuman lebih lanjut akan datang pekan depan. Pendekatan yang diambil mencakup tekanan finansial dan blokade fisik pelabuhan.
Perubahan Prioritas AS
Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya mengatakan prioritas utama AS dalam perang dengan Iran adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi warga Amerika.
>>> Tio Ferdian Rahmana Klarifikasi Isu Aborsi, Siapa Sebenarnya?
Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir kini berada di peringkat kedua.
Sikap keras ini kontras dengan pernyataan Bessent pada 4 Agustus lalu.
Saat itu, ia mengatakan kepada CNBC bahwa kesepakatan dengan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa dicapai dalam hitungan hari.
>>> Cek Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Agustus 2026, 18 Agustus Cuti?
Pernyataan tersebut sempat mendorong Wall Street menguat dan harga minyak turun. Kini, ancaman isolasi ekonomi yang lebih keras kembali menimbulkan ketidakpastian.
